Artikel biologi kelas XI kali ini akan menjelaskan proses dari sistem ekskresi di tubuh manusia. Mulai dari filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi. — Pagi ini sudah ada drama besar di rumah sebelum Rogu berangkat sekolah. Apakah itu? Adik Rogu ngompol! Katanya tadi malam dia mimpi lagi berenang di kolam renang, entah bagaimana ceritanya, eh ngompol deh tuh. Untung masih kecil. Ya memang bikin keki sih, tapi kalau anak kecil ngompol jangan dimarahin ya Squad, karena bisa jadi mereka mengompol bukan karena malas ke kamar mandi. Urin yang dikeluarkan adik Rogu saat ngompol dan kita juga adalah hasil pembuangan tubuh atau ekskresi Squad. Selain urin, ada juga keringat dan karbondioksida CO2. Siapa yang masih ingat pelajaran tentang organ-organ sistem ekskresi dalam tubuh manusia? Organ sistem ekskresi manusia terdiri dari ginjal, kulit, paru-paru dan hati. Nah, kali ini kita akan membahas proses terbentuknya urin yang terjadi di ginjal. Penasaran? Sekarang kita pelajari sama-sama yaa. Baca juga Pentingkah Belajar tentang Fertilisasi, Kehamilan dan Persalinan bagi Remaja? Proses pembentukan urin di ginjal terdiri dari tiga tahap, yaitu filtrasi penyaringan, reabsorpsi penyerapan kembali dan augmentasi pengeluaran zat. Ketiga tahap tersebut terjadi di tempat yang berbeda dan hasilnya pun berbeda-beda. Proses pembentukan urin juga disebut dengan istilah “cuci darah oleh ginjal” loh Squad. Kenapa sih? Melalui ginjal, darah yang membawa zat dan molekul dari pencernaan, serta sisa metabolisme sel akan disaring. Zat yang harus dibuang akan pergi menuju tubulus kolektivus, dan yang terpakai akan kembali ke dalam darah untuk beredar lagi ke seluruh tubuh. Hebat banget ya ginjal kita? 1. Filtrasi Tahap pertama pembentukan urin pada manusia adalah filtrasi yang terjadi di glomerulus. Glomerulus adalah untaian pembuluh kapiler yang dinding-dindingnya bertautan dengan kapsula bowman. Filtrasi disebut juga dengan penyaringan, Squad. Jadi darah yang mengalir di tubuh kita akan disaring di dalam glomerulus setiap 5 menit sekali lho! Hasil dari filtrasi ini berupa filtrat glomerulus atau urin primer yang mengandung H2O dan zat-zat seperti glukosa, klorida, natrium, kalium, fosfat, urea, asam urat dan kreatinin. Nah, urin primer tersebut kemudian akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu reabsorpsi. Psst, bentar deh, mau belajar lebih seru nggak? Kamu bisa pakai Adapto di ruangbelajar. Video belajarnya bisa disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kecepatan belajarmu, lho! 2. Reabsorpsi Pada tahap reabsorpsi, zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh akan diserap kembali dan dimasukkan ke dalam aliran darah, Squad. Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal dan lengkung henle. Nah, setelah proses reabsorpsi berlangsung terbentuklah urin sekunder. Jika zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh diserap kembali, dibawa kemana ya zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh? Nah, zat-zat ini akan disekresikan pada tahap augmentasi. 3. Augmentasi Augmentasi merupakan tahap terakhir dari proses pembentukan urin pada tubuh manusia. Jadi, seperti yang disebutkan di atas, zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh akan disekresikan, di sinilah tempatnya. Augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus pengumpul sebagai tempat penyimpanan urin untuk sementara. Di tahap ini masih terjadi penyerapan kembali pada air, garam NaCl dan urea sehingga terbentuk urin sebenarnya yang harus dibuang oleh tubuh. Kamu tahu nggak Squad urin yang normal itu mengandung zat apa saja? Selain air ya tentunya. Jadi, urin yang normal akan mengandung 95% air dan zat-zat terlarut. Zat-zat tersebut antara lain ada zat buang nitrogen urea, asam urat, dan keratin, hasil metabolisme lemak benda keton, hasil pencernaan sayuran dan buah asam hipurat, toksin, zat kimia asing, enzim, vitamin dan elektrolit. Oh iya, pada urin wanita hamil akan terkandung Hormon Chorionic Gonadotropik HCG. Eh, dari tadi kan kita cuma bahas tentang ginjal, tapi kamu jangan sampai lupa sama organ ekskresi yang lain ya Squad seperti hati, kulit dan paru-paru. Proses ekskresi pada hati menghasilkan urobilin yang membuat feses dan urin kita berwarna kuning. Nah kalau pada kulit, proses ekskresinya menghasilkan keringat pada tubuh karena adanya enzim Brandikinin. Lalu yang terakhir, paru-paru mensekresikan CO2 dan H2O melalui proses bernapas. Apakah kamu masih penasaran dan masih mau belajar lagi tentang proses ekskresi pada tubuh manusia? Belajar lebih lanjut lewat ruangbelajar aja yuk! Selain bahas tentang ginjal, di sana akan membahas tentang hati, kulit dan paru-paru juga Squad. Selain itu, materi di sana akan dibahas melalui video animasi yang sangat menarik. Dijamin, belajarmu pasti jadi lebih seru!
Penyerapandan sekresi dilakukan oleh sel-sel epitel di saluran kelenjar dan tubulus ginjal. Epitel berlapis melakukan fungsi perlindungan organ. Itu tidak melakukan sekresi atau penyerapan. Epitel skuamosa membentuk membran difusi. Itu tidak melakukan sekresi atau penyerapan. Epitel bersilia menggerakkan partikel ke arah tertentu di atas epitel.
Volume urine manusia hanya 1% dari filtrate glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorpsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Substansi yang masih berguna pada urine primer seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah melalui pembuluh kapiler yang berada di sekitar pembuluh. Glukosa dan asam amino diabsorpsi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Selain itu air yang terdapat pada filtrate glomerulus juga diserap kembali melalui proses osmosis. Penyerapan air terjadi di dalam tubulus distal, lengkung Henle, dan pembuluh pengumpul. Substansi yang tidak berguna, kelebih an garam, dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam urine. Tiap hari tabung ginjal mereabsorpsi lebih dari 178 liter air, gram garam, dan 150 gram glukosa. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorpsi beberapa kali. Setelah terjadi reabsorpsi maka tubulus akan menghasilkan urine sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urine primer. Pada urine sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya ureum dari 0,03% dalam urine primer dapat mencapai 2% dalam urine sekunder. Bab VIII Sistem Organ pada Manusia 18 3 Augmentasi Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Di bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium, klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal. Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter, kandung kemih dan uretra. Proses pengeluaran urine disebabkan oleh adanya tekanan di dalam kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih selain disebabkan oleh pengaruh saraf juga adanya kontraksi otot perut dan organ-organ yang menekan kandung kemih. Dan tahap ini merupakan tahap akhir dari proses pembentukan urine. b. Kulit Kulit merupakan alat pengeluaran eksresi yang mengeluarkan zat sisa berupa keringat. Di dalam keringat terkandung zat sisa terutama garam. Struktur kulit manusia terdiri atas epidermis, dermis dan subkutan. Epidermis dan dermis dapat terikat satu sama lain akibat adanya papilare dermis dan tabung epidermis. Epidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda-beda 400-600 μ untuk kulit tebal kulit pada telapak tangan dan kaki dan 75-150 μ untuk kulit tipis kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki rambut. Selain sel-sel epitel, epidermis juga tersusun atas lapisan melanosit, sel langerhans, sel merker, dan keratinosit. Dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis, memiliki ketebalan yang bervariasi bergantung pada daerah tubuh dan mencapai maksimum 4 mm di daerah punggung. Dermis terdiri atas dua lapisan dengan batas yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan stratum reticular. Pada bagian bawah dermis, terdapat suatu jaringan ikat longgar yang disebut jaringan subkutan dan mengandung sel lemak yang bervariasi. Lapisan subkutan adalah lapisan paling dalam pada struktur kulit. Pada lapisan kulit ini terdapat syaraf, pembuluh darah dan limfe. Di lapisan ini juga terdapat banyak sel liposit yang memproduksi jaringan lemak yang menjadi pelapis antara kulit dengan organ dalam seperti tulang dan otot. Kulit berfungsi dalam ekskresi dengan perantaraan dua kelenjar eksokrinnya, yaitu kelenjar sebasea dan kelenjar keringat Bab VIII Sistem Organ pada Manusia 19 Kelenjar sebasea merupakan kelenjar yang melekat pada folikel rambut dan melepaskan lipid yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Sebum dikeluarkan ketika muskulus arektor pili berkontraksi menekan kelenjar sebasea sehingga sebum dikeluarkan ke folikel rambut lalu ke permukaan kulit. Sebum tersebut merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol, protein, dan elektrolig. Sebum berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri, melumasi dan memproteksi keratin. 2. Kelenjar keringat Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 mL air dapat keluar dengan cara menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Seorang yang bekerja dalam ruangan mengekskresikan 200 mL keringat tambahan, dan bagi orang yang aktif jumlahnya lebih banyak lagi. Selain mengeluarkan air dan panas, keringat juga merupakan sarana untuk mengekskresikan garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil pemecahan protein yaitu amoniak dan urea. Terdapat dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar keringat apokrin dan kelenjar keringat merokrin a. Kelenjar keringat apokrin terdapat di daerah aksila, payudara dan pubis, serta aktif pada usia pubertas dan menghasilkan sekret yang kental dan bau yang khas. Kelenjar keringat apokrin bekerja ketika ada sinyal dari sistem saraf dan hormon sehingga sel-sel mioepitel yang ada di sekeliling kelenjar berkontraksi dan menekan kelenjar keringat apokrin. Akibatnya kelenjar keringat apokrin melepaskan sekretnya ke folikel rambut lalu ke permukaan luar; b. Kelenjar keringat merokrin ekrin terdapat di daerah telapak tangan dan kaki. Sekretnya mengandung air, elektrolit, nutrien organik, dan sampah metabolisme. Kadar pH-nya berkisar – Fungsi dari kelenjar keringat merokrin adalah mengatur temperatur permukaan, mengekskresikan air dan elektrolit serta melindungi dari agen asing dengan cara mempersulit perlekatan agen asing dan menghasilkan dermicidin, sebuah peptida kecil dengan sifat antibiotik. Bisa ditambakan gambar kulit. c. Paru-paru Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga Bab VIII Sistem Organ pada Manusia 20 gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura. Fungsi paru-paru Dalam Sistem Ekskresi adalah mengeluarkan karbondioksida CO2 dan uap air H2O. Proses yang terjadi pada paru-paru adalah didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung. d. Hati Organ hati sebelumnya telah dijelaskan materi sistem pencernaan. Dari beberapa fungsi hati, yang terkait dengan fungsi ekskresi adalah 1 menghasilkan Getah Empedu. Getah empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah ini ditampung di dalam kantung empedu kemudian disalurkan ke usus 12 jari. Getah empedu pada dasarnya terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan. Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan. 2 Menghasilkan Urea Urea adalah salah satu zat hasil perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine. Gambar. Struktur hati Bab VIII Sistem Organ pada Manusia 21
Usushalus merupakan saluran pencernaan makanan yang paling banyak kurang lebih 8,5 meter. Usus besar. Bahan makanan yang sudah melalui usus halus akhirnya masuk ke dalam usus besar. Baca juga: Sistem Peredarah Darah Manusia . Fungsi utama usus besar mengatur penyerapan air dan mineral dari sisa makanan.
Tahap reabsorpsi atau biasa disebut tahap penyerapan kembali. Reabsorpsi terjadi di dalam tubulus kontortus proksimal dan dilakukan oleh sel-sel epitelium di tubulus tersebut. Fungsinya adalah untuk menyerap kembali zat-zat di urine primer yang masih bermanfaat bagi tubuh seperti glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca, 2+, Cl-, HCO3-, dan HbO42-
Volumeurin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus, artinya 99% filtrat glomerulus akan diserap kembali. Setiap harinya, jumlah air yang diserap kembali lebih kurang 178 liter, garam 1.200 gram, dan glukosa 150 gram. Zat-zat yang terkandung di dalam urin antara lain seperti berikut : - Ureum. Ureum merupakan hasil akhir dari metabolisme
May 7, 2022 Mencari Jawaban 0 Views Apakah kamu lagi mencari jawaban dari pertanyaan Penyerapan kembali air merupakan fungsi? Berikut pilihan jawabannya usus halus usus dua belas jari usus besar usus melintang Kunci Jawabannya adalah A. usus halus. Dilansir dari Ensiklopedia, Penyerapan kembali air merupakan fungsipenyerapan kembali air merupakan fungsi usus halus. Penjelasan Kenapa jawabanya A. usus halus? Hal tersebut sudah tertulis secara jelas pada buku pelajaran, dan juga bisa kamu temukan di internet Kenapa jawabanya bukan B. usus dua belas jari? Nah ini nih masalahnya, setelah saya tadi mencari informasi, ternyata jawaban ini lebih tepat untuk pertanyaan yang lain. Kenapa nggak C. usus besar? Kalau kamu mau mendaptkan nilai nol bisa milih jawabannya ini, hehehe. Terus jawaban yang D. usus melintang kenapa salah? Karena menurut saya pribadi jawaban ini sudah keluar dari topik yang ditanyakan. Kesimpulan Jadi disini sudah bisa kamu simpulkan ya, jawaban yang benar adalah A. usus halus. Dijawab Oleh Admin Cari Jawaban Check Also Sikap dasar dan langkah kuda-kuda yaitu? Sikap dasar dan langkah kuda-kuda yaitu? Berdiri kuda-kuda Rileks Istirahat Berdiri kangkang Tegak Jawaban D. ... Read more
Penyerapanadalah gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan 'lymphatic capallaries' melalui osmosis, transport aktif, dan difusi. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar. Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan defekasi dan dilakukan dengan
Tapi tetap dibuat sejalan dengan acuan yang telah digariskan dalam kurikulum agar bisa menjadi pelengkap bagi sarana belajar para siswa. Juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana latihan sebelum menghadapi uji kompetensi. Baca Juga Pemaparan Soal Dispersi Zat Cair Atau Zat Padat Dalam Gas Disebut Harapannya adalah dengan rutin latihan, para siswa bisa memperoleh nilai yang lebih tinggi supaya dapat melebihi standar kompetensi yang digariskan kurikulum. Sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik sesuai harapan.*** Terkini Diketahui Data Nilai Ulangan Matematika Dari 15 Orang Siswa Sebagai Berikut. 7, 5, 4, 6, 5, 7, 8, 6, 4, 4, 5, Kamis, 15 Juni 2023 2050 WIB
. 3vuy1tjbh7.pages.dev/2173vuy1tjbh7.pages.dev/1563vuy1tjbh7.pages.dev/2043vuy1tjbh7.pages.dev/1383vuy1tjbh7.pages.dev/683vuy1tjbh7.pages.dev/253vuy1tjbh7.pages.dev/1993vuy1tjbh7.pages.dev/119
penyerapan kembali air merupakan fungsi dari