Otomatis frekuensinya diatur oleh suhu yang tengah tersedia di dalamnya. Pada saat suhu ruangan sudah dingin, sensor pintar dari AC ini akan mengatur arus listrik yang dipakai dan membuat putaran kompresor melambat. Hal ini tentu saja akan membantu Anda dalam menghemat listrik. BACA JUGA:

BerandaDalam suatu ruangan kantor terdapat AC yang mendin...PertanyaanDalam suatu ruangan kantor terdapat AC yang mendinginkan ruangan dengan memindahkan kalor sebesar 4500 J keluar ruangan. Usaha yang dilakukan pada sistem ini J. Berapakah koefisien kerja dan efisiensi AC?Dalam suatu ruangan kantor terdapat AC yang mendinginkan ruangan dengan memindahkan kalor sebesar 4500 J keluar ruangan. Usaha yang dilakukan pada sistem ini J. Berapakah koefisien kerja dan efisiensi AC? YMY. MaghfirahMaster TeacherPembahasanKoefisien kerja Efisiensi mesinKoefisien kerja Efisiensi mesin Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!3rb+IRIlham RahmadaniPembahasan terpotongsmsirait8 myfamilyPembahasan tidak lengkap©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia

Bagianpada AC Cassette AC cassette merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk menurunkan suhu udara pada ruangan tertentu. Biasanya AC ini dipasang pada langit-langit udara. Unit indoor dari AC ini diletakkan di plafon dan outdoor-nya diletakkan cukup jauh agar tidak mengganggu distribusi aliran udara.
AC atau air conditioner saat ini merupakan salah satu alat elektronik yang saat ini sudah lazim ditemukan di kebanyakan rumah saat tengah-tengah permasalahan pemanasan global yang semakin parah saat ini, tentunya semakin banyak masyarakat yang merasa membutuhkan alat ini. Alasannya sederhana, sesuai dengan namanya alat ini mampu menyesuaikan suhu yang panas di lingkungan menjadi suhu yang sejuk dan bahkan sangat mengetahui cara kerja AC, kamu harus tau asal muasal penemuan alat ini. Pada tahun 1902 Willis Carrier yang merupakan ahli teknik elektro saat itu membuat suatu alat yang mampu menyerap kelembaban yang tinggi di udara hangat musim panas untuk kemudian diolah melalui alat tersebut sehingga menjadi yang dingin tersebut kemudian disalurkan melalui pipa yang juga dingin tentunya untuk dikeluarkan. Saat itulah kemudian Carrier menyadari bahwa ia telah menemukan suatu alat yang sangat potensial untuk umat manusia pendingin udara!Lalu bagaimana cara kerja AC?Cara Kerja AC Dasar-dasar Air Conditioner AC bekerja mendinginkan udara ruangan dengan menggunakan prinsip fisika sederhana. Konversi cairan menjadi udara secara alami akan menyebabkan penyerapan panas, hal ini disebut dengan fase konversi. AC memanfaatkan suatu campuran kimia sehingga menciptakan lingkungan tertutup dimana di dalamnya terjadi penguapan dan kondensasi secara berulang inilah yang disebut dengan refrigerants yang terdiri dari klorofluorkarbon CFC, hidroklorofluorkarbon HCFC, ataupun perfluorokarbon FC. Senyawa-senyawa refrigerants ini mampu menciptakan fase konversi. Selain itu AC memiliki kipas yang mampu mengalirkan udara panas sehingga berjalan melalui kumparan berisi refrigerants panas dialirkan oleh kipas sehingga berjalan melalui kumparan evaporator yang berisi refrigerants. Senyawa refrigerants tersebut kemudian melakukan tugasnya dengan menyerap panas sebanyak-banyaknya sembari berubah wujud dari cairan menjadi refrigerants ini mampu melakukan tugasnya kembali, AC harus mampu mengembalikan wujudnya dari gas kembali menjadi cairan. Hal ini dilakukan dengan cara menekan gas kompresi dengan tekanan yang sangat tinggi. Tekanan yang tinggi ini kemudian akan menyebabkan timbulnya suhu panas yang kemudian oleh kipas kedua dan kumparan kondensor dialirkan keluar ruangan. Siklus ini kemudian secara berulang-ulang terjadi selama AC prinsip inilah yang mendasari cara kerja AC secara juga Ternyata Begini Cara Kerja Mesin Cuci. Yuk Disimak!Cara Kerja AC Unit Standar AC Rumah TanggaUntuk dapat menjalankan fungsi dasarnya ini, AC setidaknya membutuhkan beberapa unit. Beberapa unit tersebut yakni kompresor, katup ekspansi, kumparan panas, kumparan pendingin, dua unit kipas, serta unit satu sistem yang lazim digunakan saat ini merupakan sistem/unit terpisah split-system units. Sistem ini memisahkan sisi panas dengan sistem dingin sehingga kemudian membentuk sistem AC yang dingin terbentuk dari katup ekspansi dan kumparan dingin yang disambungkan dengan suatu saluran dan sistem udara yang mampu mengalirkan udara. Sisi dingin ini umumnya disimpan di bagian dalam ruangan dan dihubungkan dengan saluran yang juga berada di dalam ruangan. Sementara sisi panas atau yang biasa disebut dengan unit kondensor ditempatkan di luar dengan berkembangnya zaman tidak banyak hal yang berubah dari kedua sistem ini. Sejak tahun 1902 ketika pertama kali ditemukan AC bekerja dengan prinsip yang serupa. Perbedaan yang ada di zaman sekarang tidak banyak mengubah sistem dasar, namun cenderung mendukung cara kerja sistem dasar penambahan yang baru ada di masa kini diantaranya adalah komputer cerdas yang mampu mengatur sistem ini secara keseluruhan, serta beberapa kali terjadi perubahan refrigerant menjadi senyawa kimia yang semakin ramah tetapi sistem ini menjadi bermasalah ketika diterapkan di bangunan yang besar, terutama di bangunan dengan banyak lantai. Sistem terpisah ini memiliki keterbatasan jarak. Oleh karena itulah kemudian diciptakan suatu sistem pendingin berbasis air atau yang lebih dikenal dengan chilled-water Kerja AC Unit AC Di Bangunan BesarCara kerja AC sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya, pada gedung-gedung besar cukup berbeda dengan unit yang berada di rumah yang telah kami jelaskan pula salah satu cara kerja AC di bangunan besar yang cukup populer adalah dengan menggunakan chilled-water system. Pada sistem ini seluruh AC diletakkan di atap ataupun di luar bangunan tempat yang terpisah dengan bangunan. AC dengan sistem ini pertama-tama akan bekerja dengan cara mendingirkan air hingga 4,4-7,2oC. Air yang telah didinginkan ini kemudian dialirkan ke seluruh bangunan dan dihubungkan dengan penyalur sistem ini maka udara dingin dapat dialirkan secara sempurna walaupun harus menempuh jarak yang jauh. Namun hal ini memiliki satu syarat utama yakni saluran yang mengalirkan air dingin tersebut haruslah memiliki isolator yang amat meski sistem ini merupakan salah satu solusi yang cemerlang dari para peneliti untuk gedung-gedung atau bangunan berukuran besar, sistem ini memiliki kelemahan utama. Kelemahan itu adalah biaya yang amat tinggi terkait listrik dan perawatan sistem ini, terutama selama musim panas bagi negeri yang memiliki 4 juga Rangkaian Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga AirCara Kerja AC Perkembangan ACMeskipun teknologi AC sudah berkembang sedemikian rupa, peneliti masih terus mencari cara lain untuk membuat AC. Faktor yang kali ini banyak jadi pertimbangan bagi para peneliti yakni AC yang ramah lingkungan serta minim penggunaan daya listrik alias hemat teknologi yang sedang dikembangkan peneliti misalnya off peak cooling system, geo-thermal cooling, hingga solar powered air off peak cooling menurut kami merupakan salah satu sistem yang cukup unik. Peneliti mengembangkan suatu sistem dimana selama jam-jam sore hingga malam sistem tersebut membuat’ dingin menggunakan es untuk kemudian digunakan sebagai pendingin udara di waktu-waktu paling panas sepanjang adalah bahwa penggunaan energi paling banyak justru pada saat kebutuhan komunitas paling rendah, sehingga berdampak pada murahnya pembiayaan listrik AC dengan metode ini. Kekurangan dari sistem ini adalah butuh uang yang banyak di awal-awal instalasi, serta butuh ruangan yang cukup cooling merupakan salah satu ide cemerlang yang dikembangkan atas dasar energi panas bumi yang “tidak terbatas” merupakan sumber energi yang bisa digunakan untuk mesin energi tidak terbatas ini mungkin merupakan hal yang sama yang dijadikan para peneliti sebagai dasar untuk mengembangkan solar powered air conditioners, yakni menggunakan energi dari matahari yang tidak terbatas sebagai sumber energi untuk mesin Kerja AC Pendinginan Pasif!Mungkin saat ini kamu sedang mengerenyitkan dahi membaca kata di atas, apakah itu pendinginan pasif? Nah, mungkin hal ini tidak berhubungan sama sekali dengan cara kerja AC, meski demikian kami memiliki beberapa tips agar hunian kamu tetap dingin walaupun tanpa beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menghalau panas yang menerjang rumah kamu, dan kami menyebutnya pendinginan cara tersebut adalah memanfaatkan lingkungan untuk menciptakan teduh, misalnya dengan menanam pepohonan di sekitar rumah. Cara lain adalah penggunaan warna cat eksterior gelap, penggunaan radiant barrier di atap ruamh kamu, ataupun penggunaan isolator sederhana lainnya adalah dengan menggunakan prinsip thermal siphoning. Cara ini bisa dilakukan dengan cara membuka 2 buah jendela yang berlawanan arah. Salah satunya merupakan jendela yang terletak di bawah, dan satunya yang terletak di atas. Hal ini akan menciptakan kondisi vakum yang selanjutnya bisa membawa udara panas ke Juga Bagaimana cara kerja sever pulsa?
Dalamsuatu ruangan kantor terdapat AC yang mendinginkan ruangan dengan memindahkan kalor sebesar 4500 J keluar ruangan. Usaha yang dilakukan pada sistem ini 1.800 J. Berapakah koefisien kerja dan efisiensi AC? oleh Pintar Fisika.
Bagiaimana sebenarnya cara kerja AC? AC atau Air Conditioner adalah seperangkat komponen atau peralatan yang bisa mengkondisikan ruangan sesuai keinginan, terutama dapat mengkondisikan ruangan dengan suhu lebih rendah jika dibandingkan suhu di sekitarnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pengertian tentang AC dan cara kerjanya di bawah ini! Pengertian ACApa Saja Fungsi AC?Komponen Yang Terdapat Pada ACCara Kerja AC Prinsip Dasar Air ConditionerCara Kerja AC AC Untuk Rumah Tangga Pengertian AC AC Air Conditioner merupakan sejenis mesin yang diciptakan untuk menstabilkan kelembaban udara dan suhu dalam sbeuah ruangan. AC dipakai untuk mendinginkan ruangan sesuai kebutuhan. Walaupun AC termasuk inovasi teknologi modern, namun konsep pendingin ruangan sendiri sudah dikenal dimulai dari abat pertengahan, yakni di masa Persia dan Romawi Kuno. Prinsip Kerja AC AC pertama kali ditemukan oleh Willis Haviland Carrier dalam bentuk AC modern yang berskala besar berenergi listrik sejak tahun 1902. Apa Saja Fungsi AC? Air conditioner berfungsi untuk menstabilkan suhu uadara dalam sebuah rungan sehingga menjadi terasa nyaman, sejuk, juga sehat. Sebenarnya ada 3 hal yang bisa diatur atau dikondisikan memakai AC, diantaranya kebersihan udara, suhu, dan kelembaban. 1. Mengatur Suhu Udara AC memiliki fungsi utama untuk mengatur temperatur atau suhu yang ada dalam ruangan. Temperatur yang diinginkan bisa diatur lewat angka yang terdapat di remote control. Biasanya, suhu paling rendah pada Ac ialah 18oC sedangkan suhu tertingginya sekitar 30oC. 2. Menjaga Kelembaban Udara Kelembaban udara dan suhu saling berhubungan, jadi secara tak langsung AC berperan juga untuk mengatur kelembaban udara dalam ruangan. Sebaiknya suhu AC diatur dengan suhu ideal sekitar 24-25oC sebab jika udara terlalu dingin biasanya kelembabannya pun semakin tinggi. Inilah salah satu faktor penyebab kulit cepat kering. 3. Membersihkan Udara Mesin AC telah dilengkapi oleh filter yang dapat menyaring kotoran dan debu di dalam udara, oleh karenanya udara menjadi lebih sehat dan bersih. Maka dari itu, filter di dalam komponen AC harus selalu dibersihkan dengan rutin agar kotoran dan debu yang tersaring dapat terbuang, dan udara pun tetap terjaga kebersihan dan kesejukannya. Komponen Yang Terdapat Pada AC Cara kerja AC itu sendiri sebenarnya tergantung dari kinerja komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. AC juga memiliki berbagai macam komponen yang umumnya bisa dikategorikan ke dalam 4 bagian, diantaranya kelistrikan, refrigeran, komponen utama, dan komponen pendukung. 1. Komponen Utama Kompinen utama bagi sebuah AC ialah komponen yang berguna untuk mengatur temperatur/suhu ruangan, yang terdiri atas kompresor, konensator, pipa kapiler, dan evaporator. Adapun macam-macam dan fungsi dari keempat komponen di atas ialah Kondensator, berguna menukar kalor, mengkonversi bentuk/wujud dari refrigeran yang awalnya berupa gas hingga menjadi cair, sekaligus dapat menurunkan temperatur refrigeran. Biasanya pipa kondensator ini dibentuk secara berliku, dilengkapi oleh sirip. Kompresor, berfungsi untuk memompakan refrigran hingga ke seluruh komponen AC dengan cara kerja sama seperti jantung manusia. Alat ini dilengkapi oleh 2 buah pipa, yakni pipa tekan dan pipa hisap dengan 2 tekanan, baik bertekanan rendah maupun tinggi. Evaporator, berguna untuk menyerap sekaligus mengalirkan panas yang berasal dari udara menuju refrigeran, dengan demikian refrigeran dapat berubah dari zat cair ke gas sesudah melewati pipa kapiler. Pipa kapiler, adalah komponen yang memiliki peranan begitu penting bagi AC sebab berguna untuk menurunkan tekanan sekaligus mengatur aliran dari refrigeran menuju evaporator. 2. Komponen Pendukung Di samping komponen utama untuk mendinginkan udara, Air Conditioner juga telah dilengkapi oleh beberapa komponen lain, seperti accumulator, strainer, fan, dan blower. Strainer berguna untuk menyaring debu dan kotoran di dalam refrigeran. Accumulator berfungsi menampung refrigeran cair sementara yang bersuhu rendah beserta campuran pelumas pada evaporator, sekaligus menjaga supaya aliran refrigeran ke kompresor pun tetap lancar. Fan, berguna membantu kondensator untuk membuang kalor ke udara luar. 3. Komponen Kelistrikan Mengingat AC bekerja dengan memanfaatkan tenaga listrik, tentu diperlukan pula beberapa komponen kelistrikan dengan fungsi yang berbeda-beda. Seperti halnya termostat, kapasitor, overload, dan motor listrik. 4. Refrigeran Refrigeran bisa dikatakan sebagai zat di dalam AC yang mengalur dan berperan sebagai pendingin. Ketika AC bekerja, maka refrigeran ini dapat berubah wujud antara cair dengan gas secara terus menerus agar menghasilkan udara yang dingin. Cara Kerja AC Prinsip Dasar Air Conditioner AC bekerja untuk mendinginkan udara di dalam ruangan dengan memanfaatkan prinsip sederhana dari fisika. Pengubahan cairan menjadi gas/udara dengan cara alami bisa mengakibatkan penyerapan panas, dan hal tersebut dinamakan sebagai fase konversi. Sementara AC menggunakan campuran kimia, oleh karenanya dapat menghadirkan lingkungan tertutup yang didalamnya terjadi kondensasi dan penguapan berulang. Campuran tersebut dinamakan refrigerants, dimana refrigerants tersebut terdiri atas hidroklorofluoorkarbon, perfluorokarbon dan klorofluorkarbon. Dimana semua senyawa refrigerants tersebut bisa menghadirkan fase konversi. Di samping itu, AC mempunyai kipas yang dapat mendistribusikan udara panas agar berjalan melewati kumparan yang berisi refrigerants. Lalu udara panas pun akan dialirkan kipas, sehingga dapat berjalan melewati kumparan evaporator berisi refrigerants. Lalu senyawa refrigerants tadi melakukan tugasnya untuk menyerap panas yang sebanyak-banyaknya sambil berubah wujud menjadi gas dari cairan. Supaya refrigerants tadi bisa melakukan kembali tugasnya, maak AC harus dapat mengembalikan wujudnya untuk kembali lagi menjadi cairan dari gas. Hal tersebut dilakukan dengan menekan gas dengan tekanan sangat tinggi. Lalu tekanan tinggi tersebut menyebabkan munculnya suhu panas dan kemudian dialirkan menuju luar ruangan oleh kumparan kondensor dan kipas kedua. Siklus tersebut dilakukan secara berulang-ulang selama AC berfungsi dengan baik. Cara Kerja AC AC Untuk Rumah Tangga Untuk bisa menjalankan fungsinya, setidaknya AC memerlukan beberapa unit. Dimana unit-unit tersebut terdiri atas katup ekspansi, kompresor, kumparan pendingin, kumparan panas, unit konterol, dan 2 unit kipas. Adapun sistem yang sering dipakai adalah unit atau sistem terpisah yang dinamakan sebagai split system units. Dimana sistem tersebut memisahkan bagian panas dengan bagian yang dingin sehingga membentuk sistem Air Conditioner secara utuh. Bagian atau sisi dingin biasanya terbentuk berdasarkan katup ekspansi serta kumparan dingin dengan saluran beserta sistem udara. Sisi dingin tersebut biasanya disimpan di dalam ruangan lalu dihubungkan menggunakan saluran yang ada di bagian dalam ruangan. Sedangkan sisi panas atau unit kondensor sendiri diletakkan di luar ruangan. Nah, itulah sedikit ulasan tentang cara kerja AC dan komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. Semoga membantu! Post Views 6,542
Otomatis frekuensinya diatur oleh suhu yang tengah tersedia di dalamnya. Pada saat suhu ruangan sudah dingin, sensor pintar dari AC ini akan mengatur arus listrik yang dipakai dan membuat putaran kompresor melambat. Hal ini tentu saja akan membantu Anda dalam menghemat listrik. 6 dari 8 halaman Jenis AC Cassette
- Tidak hanya karena lama pemakaian, kerusakan yang terjadi pada sebuah unit AC atau pendingin ruangan bisa juga disebabkan oleh kesalahan penggunanya. Dengan kata lain, kesalahan saat menggunakan AC bisa berakibat fatal. Karena itu, ketika seseorang menggunakan AC dengan tidak tepat atau keliru, tanpa disadari mereka telah berkontribusi untuk merusaknya secara juga 5 Penyebab AC Tidak Dingin yang Harus Diketahui Jadi, agar tidak menyebabkannya rusak, perhatikan dengan benar penggunaan AC yang kamu miliki di rumah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah kesalahan fatal dalam penggunaan AC yang wajib kamu hindari. 1. Merokok di ruangan ber-AC Untuk yang satu ini, bukan hal yang aneh apabila dilarang. Merokok di ruangan ber-AC adalah kesalahan fatal yang tidak hanya membahayakan kesehatan tapi juga memengaruhi kondisi AC. Merokok di ruangan ber-AC bisa menimbulkan bau tak sedap di dalam ruangan dan udara AC. Paparan asap rokok yang mengandung karbondioksida juga bisa mengganggu pernapasan seseorang di dalam ruangan ber-AC. Selain itu, campuran panas rokok dan gas freon pada AC yang terurai di dalam ruangan juga bisa menyebabkan keracunan hingga kematian. Maka dari itu, jangan lagi merokok di ruangan ber-AC untuk menjaga kesehatan penghuni rumah juga memastikan AC awet. 2. Mengatur AC dengan suhu terendah dengan kecepatan kipas maksimum Jika kondisi suhu di luar ruangan adalah 32 derajat Celcius lalu kamu atur suhu AC menjadi 18 derajat Celcius, maka unit AC akan sangat sulit untuk bisa mencapai suhu tersebut, sekalipun kamu juga mengatur kecepatan kipas maksimum. Hal tersebut hanya akan membuat kompresor AC bekerja keras dengan percuma, sehingga menarik banyak daya listrik. Jadi, suhu AC yang diatur terlalu rendah saat cuaca di luar ruangan panas justru tidak akan memberikan udara dingin seperti yang diinginkan. Karena itu, hindari mengatur suhu AC ke suhu terendah ketika kondisi cuaca di luar rumah tidak memungkinkan. Baca juga Sederet Penyebab AC Mengeluarkan Bunga Es3. Langsung menyalakan AC saat tak sengaja mematikannya Tanpa disadari, kesalahan yang satu ini mungkin sering kamu lakukan. Ketika menekan remote AC, mungkin kamu pernah tidak sengaja mematikan AC lalu segera menghidupkannya kembali. Jika iya, mulai sekarang jangan lagi melakukannya. Sebab, tindakan ini tidak baik untuk kompresor AC karena membuatnya mudah rusak dan tidak tahan lama. Jadi, jangan langsung segera menyalakan AC apabila kamu tidak sengaja mematikannya. Ketika AC tak sengaja dimatikan, tunggu beberapa saat, kemudian nyalakan AC kembali. SHUTTERSTOCK/JR-STOCK Ilustrasi AC di kamar tidur. Baca juga 6 Cara Menghemat Tagihan Listrik Saat Menggunakan AC 4. Jarang membersihkan AC Agar dapat beroperasi dengan baik sepenuhnya, pastikan untuk membersihkan AC secara teratur. Setidaknya, bersihkan tempat keluarnya angin pada AC dan bersihkan juga kompresornya. Pastikan untuk membersihkan AC setiap 3-4 bulan sekali dengan bantuan teknisi AC profesional. 5. Lupa mematikan AC Meski terkesan sepele, lupa mematikan AC terus-menerus bisa memengaruhi usia pemakaiannya yang terbuang sia-sia. Selain itu, hal ini juga mengakibatkan tagihan listrik membengkak dan merusak komponen AC. Konsumsi daya listrik yang banyak akibat lupa mematikan AC tanpa disadari ikut berkontribusi terhadap pemanasan global. Jika kamu kerap lupa mematikan AC di rumah, sebaiknya gunakan pengaturan timer untuk mematikan AC secara otomatis. Atur timer sesuai dengan kebiasaanmu pergi meninggalkan rumah. Sebagai contoh, apabila kamu pergi bekerja setiap jam 8 pagi, maka atur timer pada jam 8 pagi pula. Sumber Haris Maulana Editor Sakina Rakhma Diah Setiawan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Suatusistem yang menggunakan media air atau cairan lain sebagai pendingin. Disirkulasikan lewat coil dari suatu terminal udara ke dalam ruang. Pada musim dingin dapat diubah menjadi penyediaan panas. Suhu ruang dikontrol oleh katup air / larutan lain yang teratur dalam coil. Pengatur Suhu Evaporator terdapat pada setiap ruang dari distribusi All
Pengertian AC – Beberapa tahun lalu, AC masih tergolong barang mahal yang hanya ada di kantor, hotel, mal, atau rumah mewah. Namun, AC kini sudah menjadi kebutuhan banyak orang, terutama di kota-kota bercuaca panas. Selain itu, air conditioner sudah menjadi fasilitas wajib terutama di kamar-kamar hotel, ruang kerja perusahaan, di ruang kelas atau bahkan di cafe. Kita akan membahas tentang AC mulai dari apa itu definisi AC, cara kerja, jenis jenis ac dan juga komponen komponen penunjangnya. Daftar Isi ArtikelPengertian ACFungsi AC1. Mengatur Suhu Udara2. Mengatur Kelembapan Udara3. Membersihkan UdaraKomponen AC1. Komponen Utama2. Komponen Pendukung3. Komponen Kelistrikan4. RefrigeranCara Kerja ACJenis Jenis AC1. Jenis AC Split Wall2. Jenis AC Cassette3. Jenis AC Central4. Jenis AC Split Duct5. Jenis AC Standing Floor6. Jenis AC Portable7. Jenis AC WindowARTIKEL LAINNYA Pengertian AC Air conditioner AC adalah mesin yang dibuat untuk menstabilkan suhu dan kelembapan udara di suatu ruangan. Alat ini digunakan untuk mendinginkan atau memanaskan, tergantung kebutuhan. Namun, AC sering disebut sebagai pendingin udara karena lebih banyak digunakan untuk menyejukkan ruangan. Meski AC adalah produk teknologi modern, konsep pendingin udara sudah dikenal sejak abad pertengahan, yaitu pada masa Romawi Kuno dan Persia. Willis Haviland Carrier menjadi orang pertama yang menemukan AC modern berskala besar yang menggunakan energi listrik pada tahun 1902. Fungsi AC Sesuai namanya, air conditioner, AC memiliki fungsi untuk mengondisikan udara di sebuah ruangan agar terasa sejuk, nyaman, dan sehat. Ada tiga hal yang dapat dikondisikan atau diatur dengan menggunakan AC, yaitu suhu, kelembapan, dan kebersihan udara. 1. Mengatur Suhu Udara Fungsi utama AC adalah mengatur suhu di dalam ruangan. Suhu yang diinginkan dapat Anda atur melalui angka yang tertera pada remote control. Pada umumnya, suhu terendah AC adalah 180 Celsius dan suhu tertingginya 300 Celsius. 2. Mengatur Kelembapan Udara Suhu dan kelembapan udara saling berkaitan sehingga secara tidak langsung, AC juga berfungsi mengatur kelembapan. Suhu AC sebaiknya diatur pada suhu ideal, yaitu 24–26 derajat Celsius karena udara yang terlalu dingin memiliki kelembapan tinggi sehingga menyebabkan kulit menjadi cepat kering. 3. Membersihkan Udara Mesin AC dilengkapi dengan filter untuk menyaring debu dan kotoran yang terdapat di dalam udara sehingga menjadi bersih dan sehat. Oleh karena itu, filter AC harus dibersihkan secara rutin untuk membuang kotoran yang tersaring sehingga udara bisa terjaga kesejukan dan kebersihannya. Komponen AC Untuk dapat menjalankan fungsinya, AC didesain secara khusus dan terdiri dari beberapa komponen yang secara umum dapat dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan refrigeran. 1. Komponen Utama Komponen utama dalam sebuah AC adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur suhu udara, terdiri dari kondensator, kompresor, evaporator, dan pipa kapiler. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian dan fungsi keempat komponen utama tersebut. a. Kondensator Kondensator berfungsi untuk menukar kalor, mengubah wujud refrigeran dari gas menjadi cair, dan menurunkan suhu refrigeran. Pipa kondensator dibuat berliku-liku dan dilengkapi sirip. Kondensator diletakkan di luar ruangan agar dapat melepaskan panas pada refrigeran ke udara bebas. b. Kompresor Kompresor berguna untuk mengedarkan dan memompakan refrigeran ke seluruh bagian AC yang cara kerjanya mirip dengan jantung pada manusia. Kompresor dilengkapi dua buah pipa, yaitu pipa hisap dan pipa tekan serta memiliki dua tekanan, yaitu tekanan rendah dan tinggi. c. Evaporator Evaporator berfungsi menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran sehingga refrigeran berubah dari cair menjadi gas setelah melalui pipa kapiler. Evaporator mengambil udara panas dari ruangan yang kemudian melewati sirip-sirip pipa sehingga suhunya turun. d. Pipa Kapiler Pipa kapiler juga merupakan komponen yang sangat penting di dalam AC karena berfungsi menurunkan tekanan dan mengatur aliran refrigeran ke evaporator. Penurunan tekanan refrigeran menyebabkan suhunya juga ikut turun dan inilah yang menyebabkan udara yang keluar dari AC bersuhu rendah. 2. Komponen Pendukung Selain komponen utama yang berfungsi mendinginkan udara, AC juga dilengkapi komponen-komponen lain untuk mendukung kerja AC. Berikut ini jenis komponen pendukung AC dan fungsinya. Strainer menyaring kotoran yang terbawa di dalam refrigeran. Accumulator menampung sementara refrigeran cair bersuhu rendah dan campuran pelumas evaporator, serta menjaga agar aliran refrigeran menuju kompresor tetap lancar. Blower mengisap udara panas dari ruangan dan mengembuskan udara dingin kembali ke ruangan. Fan kipas membantu kondensator membuang panas ke udara luar. 3. Komponen Kelistrikan Karena AC bekerja menggunakan tenaga listrik, maka dibutuhkan pula komponen kelistrikan yang memiliki berbagai fungsi sebagai berikut. Termostat mengatur suhu ruangan secara otomatis agar sesuai dengan perintah pada remote Kapasitor menyimpan daya listrik sementara agar ketika dinyalakan, AC sudah memiliki energi untuk menghidupkan mesin. Overload memutuskan aliran listrik pada kompresor jika kerja kompresor terganggu, mati, kekurangan oli, atau kekurangan refrigeran. Motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik pada kipas AC. 4. Refrigeran Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam sistem AC dan berfungsi sebagai pendingin. Saat AC bekerja, refrigeran berubah wujud secara terus menerus antara cair dan gas untuk menghasilkan udara dingin. Cara Kerja AC Sebuah AC terdiri dari dua kumparan yang saling terhubung, yaitu kumparan evaporator yang diletakkan di dalam ruangan dan kumparan kondensator yang ditempatkan di luar ruangan. Kumparan tersebut berisi refrigeran yang mengalir secara terus-menerus. Prinsip kerja AC sangat sederhana, yaitu menjaga agar kumparan evaporator tetap dingin lebih dingin dari suhu ruangan dan kumparan kondensator tetap panas lebih panas dari suhu atmosfer. Refrigeran yang mengalir akan menyerap panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar ruangan. Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut. Refrigeran dari evaporator yang bertekanan rendah mengalir ke kompresor sehingga menjadi bertekanan tinggi dan wujudnya berubah menjadi gas panas. Gas refrigeran panas mengalir menuju kondensator dan panas akan dilepaskan ke luar ruangan dengan bantuan kipas. Selama fase pelepasan panas ini, refrigeran akan berubah menjadi cairan dan suhunya turun. Refrigeran cair mengalir ke katup ekspansi yang berfungsi membatasi aliran dan mengurangi tekanan sehingga suhu refrigeran semakin turun dan lebih dingin daripada suhu ruangan. Refrigeran dingin mengalir menuju kumparan pendingin cooling coil pada evaporator. Udara panas dari ruangan yang masuk ke AC akan mengalir melalui kumparan pendingin tersebut sehingga menjadi dingin. Udara dingin mengalir melalui kisi-kisi dan dikembalikan ke ruangan. Proses tersebut terjadi secara berulang dan terus-menerus. Jenis Jenis AC Seiring perkembangan teknologi, kini AC diproduksi dalam beragam jenis dengan penggunaan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis AC yang dipasarkan di Indonesia. 1. Jenis AC Split Wall Inilah jenis AC yang banyak digunakan di rumah karena ukurannya kecil, harganya terjangkau, dan perawatannya mudah. Jenis AC split ini terdiri dari dua bagian yang ditempatkan di dalam ruangan indoor dan di luar ruangan outdoor. Kapasitas AC split bervariasi antara 0,5PK–2 PK. 2. Jenis AC Cassette Jenis AC cassette banyak digunakan di ruangan yang lebih luas dan tinggi, seperti perkantoran besar, ruko, atau ruang pertemuan dengan kapasitas 1 PK hingga 6 PK. Jenis AC cassette juga terdiri dari bagian indoor dan outdoor. Namun, bagian indoor tidak dipasang di dinding, tetapi di langit-langit ruangan. 3. Jenis AC Central Hotel, gedung bertingkat, dan mal biasanya menggunakan AC berjenis central karena memiliki kapasitas yang sangat besar. Cara kerja AC jenis ini adalah udara didinginkan di cooling plant yang terletak di luar ruangan, kemudian dialirkan ke dalam gedung. 4. Jenis AC Split Duct Mesin AC jenis split duct bekerja dengan cara membagi hawa dingin ke semua ruangan melalui sistem ducting. Pada AC split duct terdapat banyak pengatur suhu, tetapi memiliki satu titik kontrol yang terpusat. Jenis AC ducting juga sering digunakan di mal atau ruangan yang luas. 5. Jenis AC Standing Floor Sesuai namanya, jenis AC standing floor tidak dipasang di dinding atau plafon, tetapi diletakkan di atas lantai. Jenis AC ini sering digunakan di acara resepsi, seminar, dan sejenisnya. Karena mudah dipindahkan dan dilepas-pasang, AC standing floor ini sering disewakan. 6. Jenis AC Portable Jenis AC portable berukuran kecil sehingga mudah dibawa dan harganya sangat ekonomis sehingga banyak dipakai para mahasiswa yang menyewa kamar indekos. Pada AC portable, bagian kompresor dan evaporator menjadi satu dan udara panas dari kompresor dibuang melalui pipa. 7. Jenis AC Window Seperti AC portable, bagian kompresor dan evaporator pada AC window juga menyatu. Untuk memasang AC window, dinding harus dilubangi sesuai ukuran AC dan AC diletakkan di dalamnya menggunakan bracket dengan posisi bagian evaporator menghadap ke dalam ruangan. Semoga dengan memahami komponen, cara kerja, dan jenis-jenisnya, Anda dapat memutuskan jenis AC yang paling sesuai dengan kebutuhan. Bukan cuma itu, Anda pun mampu menjaganya agar bekerja dengan optimal dan tidak cepat rusak.
Daripenjabaran diatas maka bisa disimpulkan bahwa secara singkat prinsip kerja AC sentral pada ruangan adalah menyedot udara dari ruangan kemudian dicampur dengan udara segar dari sekitar yang komposisinya bisa diatur. Kemudian campuran udara tersebut masuk ke dalam AHU menuju filter, berlanjut ke kipas/fan sentrifugal dan koil pendingin. Pernah berada didalam ruangan dengan kondisi nyaman, sejuk, dan agak-agak dingin sedikit…? Tentu saja pernah jika berada di Bank, Rumah Sakit Swasta, dll. Namun setelah keluar dari ruangan, suasananya jelas sangat berbeda bukan.. Tentu ini semua tidak terlepas dari peranan yang namanya Air Conditioner AC. Terlebih lagi bagi Anda yang sekarang tinggal di daerah perkotaan besar. Air Conditioner AC merupakan sebuah alat yang digunakan untuk pengkondisian udara didalam ruangan. Kok pengkondisian udara? Yaaa.. karena kondisi suhu udara bisa diatur atur sesuai dengan kehendak kita. Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja dari AC itu sendiri? Berikut adalah prinsip kerja Air Conditioner AC yang sebenarnya punya prinsip sama dengan Lemari Es yang Anda punya di rumah. Secara garis besar prinsip kerja air conditioner adalah sebagai berikut 1. Udara di dalam ruangan dihisap oleh kipas sentrifugal yang ada dalam evaporator dan udara bersentuhan dengan pipa coil yang berisi cairan refrigerant. Dalam hal ini refrigerant akan menyerap panas udara sehingga udara menjadi dingin dan refrigerant akan menguap dan dikumpulkan dalam penampung uap. 2. Tekanan uap yang berasal dari evaporator disirkulasikan menuju kondensor, selama proses kompresi berlangsung, temperatur dan tekanan uap refrigerant menjadi naik dan ditekan masuk ke dalam kondensor. 3. Untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant yang bertekanan tinggi digunakan katup ekspansi untuk mengatur laju aliran refrigerant yang masuk dalam evaporator. 4. Pada saat udara keluar dari condensor udara menjadi panas. Uap refrigerant memberikan panas kepada udara pendingin dalam condensor menjadi embun pada pipa kapiler. Dalam mengeluarkan panas pada condensor, dibantu oleh kipas propeller. 5. Pada sirkulasi udara dingin terus-menerus dalam ruangan, maka perlu adanya thermostat untuk mengatur suhu dalam ruangan atau sesuai dengan keinginan. 6. Udara dalam ruang menjadi lebih dingin dibanding diluar ruangan sebab udara di dalam ruangan dihisap oleh sentrifugal yang terdapat pada evaporator kemudian terjadi udara bersentuhan dengan pipa/coill evaporator yang didalamnya terdapat gas pendingin freon. Di sini terjadi perpindahan panas sehingga suhu udara dalam ruangan relatif dingin dari sebelumnya. 7. Suhu di luar ruangan lebih panas dibanding di dalam ruangan, sebab udara yang di dalam ruangan yang dihisap oleh kipas sentrifugal dan bersentuhan dengan evaporator, serta dibantu dengan komponen AC lainnya, kemudian udara dalam ruangan dikeluarkan oleh kipas udara kondensor. Dalam hal ini udara di luar ruangan dapat dihisap oleh kipas sentrifugal dan masuknya udara melalui kisi-kisi yang terdapat pada AC. 8. Gas refrigerant bersuhu tinggi saat akhir kompresi di condensor dengan mudah dicairkan dengan udara pendingin pada sistem air cooled atau uap refrigerant menyerap panas udara pendingin dalam condensor sehingga mengembun dan menjadi cairan di luar pipa evaporator. 9. Karena air atau udara pendingin menyerap panas dari refrigerant, maka air atau udara tersebut menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerant yang sudah menjadi cair ini, kemudian dialirkan ke dalam pipa evaporator melalui katup ekspansi. Kejadian ini akan berulang kembali seperti di atas. Alat pada AC itu terdiri dari pompa compressor, evaporator, penukar panas, dan katup pemuaian dan prinsip kerja siklus pendinginan udara dapat dilihat pada gambar. Gambar 1 Gambaran sederhana siklus dingin. 1 kondensor, 2 katup ekspansi, 3 evaporator, 4 kompresor. Gambar 2 Gambaran Komplek dari Gambar 1. Dan sebagai cairan yang bersifat sebagai penghantar dari kalor yang terdapat pada udara adalah freon diantaranya CCl2F2. Pada gambar diatas di sebelah kiri mengandung freon yang bersuhu rendah dan tekanan rendah sedangkan sisi kanan mengandung suhu yang tinggi dan tekanan tinggi. Pompa dijalan oleh oleh motor listrik pada kompressor sehingga menarik uap freon yang keluar dari pembeku, memampatkannya menaikkan tekanan dan meneruskannya ke penukar pasa pada tekanan tinggi. Sekarang suhu uap freon menjadi lebih besar dari pada suhu udara di sekitar penukar panas, sehingga uap freon akan melepaskan kalornya ke udara sekitarnya dan uap freon mengembun menjadi cair. Bukti dari pelepasan kalor ke udara sekitarnya adanya tangan anda merasa panas ketika mendekatkan tangan ke sirip-sirip penukar panas pada bagian belakang AC. Freon cair yang keluar dari kondensor menuju ke katup pemuaian. Disini, freon cair memuai dan kelajuan pemuaiannya diatur oleh katup pemuaian. Akibat pemuaian, freon cair akan menyerap kalor dari udara yang ada di dalam AC, sehingga udara tersebut mendingin, sedangkan freon cair menguap. Uap freon yang keluar dari pembeku kemudian ditarik oleh pompa kompressor untuk mengulangi siklus berikutnya. Gambar 3 Siklus Pendinginan pada AC Proses tersebut diatas berjalan berulang-ulang sehingga menjadi suatu siklus yang disebut siklus pendinginan pada udara yang berfungsi mengambil kalor dari udara dan membebaskan kalor ini ke tempat lain semisal di luar ruangan. Untuk cara kerjanya sendiri, pada saat AC pertama kali dinyalakan melalui remote, di ruangan yang sepi anda akan mendengar 1 kali bunyi “tek”. Bunyi tersebut menandakan bahwa kompressor mulai bekerja, memompa gas freon dari unit outdoor ke unit evaporator di Indoor untuk kemudian disembur angin oleh kipas ke dalam ruangan. Kemudian komputer di unit Indoor AC akan memberitahukan sensor termometer yang disebut thermostat di unit Indoor agar suhu ruangan tersebut dapat sama dengan suhu yang tertera di remote AC. Apabila contoh suhu remote disetel di 24 derajat, dan suhu ruangan sudah mencapai 24 derajat maka akan lagi terdengar bunyi “tek” lagi dimana kompressor AC akan mati dan AC di ruangan hanya akan menyemburkan angin saja karena gas freon tidak lagi dipompa dari unit outdoor ke unit indoor. Pada kondisi ini pemakaian listrik akan sangat kecil karena praktis listrik yang dibutuhkan hanya untuk kipas atau fan, thermostat, dan lampu-lampu pada Indoor AC. Kemudian pada saat suhu ruangan naik menjadi dua puluh lima koma satu derajat, kompressor akan kembali menyala dimana anda akan mendengar lagi bunyi “tek”. Hal ini akan terjadi berulang-ulang selama AC dinyalakan. Kondisi kompressor AC yang menyala dan mati ini hanya dapat terjadi pada saat suhu remote tercapai. Oleh sebab itu, sebaiknya anda tidak menyetel suhu remote AC di 16 derajat. Karena ruangan anda tidak akan mencapai suhu 16 derajat. Ada baiknya agar anda selalu memasang suhu remote di minimal 22-23 derajat, dimana kondisi ruangan di suhu ini masih ada kemungkinan tercapai pada dini hari atau subuh sekitar pukul atau Hal ini akan berdampak langsung pada tagihan listrik anda per bulan. semakin sering kompressor AC dapat beristirahat, semakin hemat jugalah pemakaian listrik di rumah anda. baiuanggara Berdasarkantujuannya penggunaan computer tersebut masuk dalam a. Akses informasib. Sarana komunikasic. Membagi sumber dayad. Konektifitase. Jaringan yang efisien Jawaban : Semua Benar (a,b,c,d,e) Penjelasan : Sebagai perangkat yang memberikan perintah secara langsung kepada perangkat Dalam suatu ruangan terdapat lima computer yang Jakarta Cara kerja AC adalah dengan bekerja menyerap panas dari udara di dalam ruangan, kemudian melepaskan panas tersebut di luar ruangan. Dengan begitu, temperatur udara di dalam ruangan akan berangsur-angsur turun sehingga dapat menghasilakn temperatur udara yang dingin. AC alias Air Conditioner alias Pengkondision Udara merupakan seperangkat alat komponen yang mampu mengkondisikan ruangan yang kita inginkan, terutama mengkondisikan ruangan menjadi lebih rendah suhunya dibanding suhu lingkungan sekitarnya. Teknologi Pangan adalah Ilmu yang Mempelajari Bahan Pangan, Pahami Lebih Jauh Harga AC Portable Terbaik 2021, Pahami Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Membeli Manfaat Teknologi Informasi di Berbagai Bidang Kehidupan Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat, AC menjadi salah satu alat yang sering digunakan oleh masyarakat. Terkadang dalam benak kita, bagaimana sebuah mesin tersebut dapat menghasilkan udara dingin dalam sebuah ruangan yang dapat membuat orang di dalamnya sangat nyaman dan betah. Nah, berikut ini adalah ulasan mengenai pengertian AC, dan cara kerja AC dalam ruangan, beserta fungsinya yang telah dirangkum oleh dari berbagai sumber, Rabu 23/6/2021.Pengertian ACSebelum mengetahui cara kerja AC, Anda juga harus memahami apa itu AC. AC Air Conditioner merupakan sejenis mesin yang diciptakan untuk menstabilkan kelembaban udara dan suhu dalam sbeuah ruangan. AC dipakai untuk mendinginkan ruangan sesuai kebutuhan. Walaupun AC termasuk inovasi teknologi modern, namun konsep pendingin ruangan sendiri sudah dikenal dimulai dari abat pertengahan, yakni di masa Persia dan Romawi Kuno. AC pertama kali ditemukan oleh Willis Haviland Carrier dalam bentuk AC modern yang berskala besar berenergi listrik sejak tahun 1902. Fungsi ACIlustrasi AC. iStockphotoAda beberapa fungsi AC yang perlu Anda ketahui sebelum tahu bagaimana cara kerja AC, diantaranya 1. Mengatur Suhu Udara AC memiliki fungsi utama untuk mengatur temperatur atau suhu yang ada dalam ruangan. Temperatur yang diinginkan bisa diatur lewat angka yang terdapat di remote control. Biasanya, suhu paling rendah pada Ac ialah 18oC sedangkan suhu tertingginya sekitar 30oC. 2. Menjaga Kelembaban Udara Kelembaban udara dan suhu saling berhubungan, jadi secara tak langsung AC berperan juga untuk mengatur kelembaban udara dalam ruangan. Sebaiknya suhu AC diatur dengan suhu ideal sekitar 24-25oC sebab jika udara terlalu dingin biasanya kelembabannya pun semakin tinggi. Inilah salah satu faktor penyebab kulit cepat kering. 3. Membersihkan Udara Mesin AC telah dilengkapi oleh filter yang dapat menyaring kotoran dan debu di dalam udara, oleh karenanya udara menjadi lebih sehat dan bersih. Maka dari itu, filter di dalam komponen AC harus selalu dibersihkan dengan rutin agar kotoran dan debu yang tersaring dapat terbuang, dan udara pun tetap terjaga kebersihan dan yang Terdapat pada ACIlustrasi unit AC. iStockphotoCara kerja AC itu sendiri sebenarnya tergantung dari kinerja komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. AC juga memiliki berbagai macam komponen yang umumnya bisa dikategorikan ke dalam 4 bagian, diantaranya kelistrikan, refrigeran, komponen utama, dan komponen pendukung. Berikut ini penjelasannya, yaitu 1. Komponen Utama Kompinen utama bagi sebuah AC ialah komponen yang berguna untuk mengatur temperatur atau suhu ruangan, yang terdiri atas kompresor, konensator, pipa kapiler, dan evaporator. Adapun macam-macam dan fungsi dari keempat komponen di atas ialah a. Kondensator, berguna menukar kalor, mengkonversi bentuk/wujud dari refrigeran yang awalnya berupa gas hingga menjadi cair, sekaligus dapat menurunkan temperatur refrigeran. Biasanya pipa kondensator ini dibentuk secara berliku, dilengkapi oleh sirip. b. Kompresor, berfungsi untuk memompakan refrigran hingga ke seluruh komponen AC dengan cara kerja sama seperti jantung manusia. Alat ini dilengkapi oleh 2 buah pipa, yakni pipa tekan dan pipa hisap dengan 2 tekanan, baik bertekanan rendah maupun tinggi. c. Evaporator, berguna untuk menyerap sekaligus mengalirkan panas yang berasal dari udara menuju refrigeran, dengan demikian refrigeran dapat berubah dari zat cair ke gas sesudah melewati pipa kapiler. d. Pipa kapiler, adalah komponen yang memiliki peranan begitu penting bagi AC sebab berguna untuk menurunkan tekanan sekaligus mengatur aliran dari refrigeran menuju evaporator. 2. Komponen Pendukung Di samping komponen utama untuk mendinginkan udara, Air Conditioner juga telah dilengkapi oleh beberapa komponen lain, seperti accumulator, strainer, fan, dan blower. a. Strainer berguna untuk menyaring debu dan kotoran di dalam refrigeran. b. Accumulator berfungsi menampung refrigeran cair sementara yang bersuhu rendah beserta campuran pelumas pada evaporator, sekaligus menjaga supaya aliran refrigeran ke kompresor pun tetap lancar. c. Fan, berguna membantu kondensator untuk membuang kalor ke udara luar. 3. Komponen Kelistrikan Mengingat AC bekerja dengan memanfaatkan tenaga listrik, tentu diperlukan pula beberapa komponen kelistrikan dengan fungsi yang berbeda-beda. Seperti halnya termostat, kapasitor, overload, dan motor listrik. 4. Refrigeran Refrigeran bisa dikatakan sebagai zat di dalam AC yang mengalur dan berperan sebagai pendingin. Ketika AC bekerja, maka refrigeran ini dapat berubah wujud antara cair dengan gas secara terus menerus agar menghasilkan udara yang AC di rumah iStockphotoDalam prinsip cara kerja AC dibagi menjadi 2 berdasarkan kegunaannya, yaitu 1. Prinsip Dasar Air Conditioner AC bekerja untuk mendinginkan udara di dalam ruangan dengan memanfaatkan prinsip sederhana dari fisika. Pengubahan cairan menjadi gas atau udara dengan cara alami bisa mengakibatkan penyerapan panas, dan hal tersebut dinamakan sebagai fase konversi. Sementara AC menggunakan campuran kimia, oleh karenanya dapat menghadirkan lingkungan tertutup yang didalamnya terjadi kondensasi dan penguapan berulang. Campuran tersebut dinamakan refrigerants, di mana refrigerants tersebut terdiri atas hidroklorofluoorkarbon, perfluorokarbon dan klorofluorkarbon. Di mana semua senyawa refrigerants tersebut bisa menghadirkan fase konversi. Di samping itu, AC mempunyai kipas yang dapat mendistribusikan udara panas agar berjalan melewati kumparan yang berisi refrigerants. Lalu udara panas pun akan dialirkan kipas, sehingga dapat berjalan melewati kumparan evaporator berisi refrigerants. Lalu senyawa refrigerants tadi melakukan tugasnya untuk menyerap panas yang sebanyak-banyaknya sambil berubah wujud menjadi gas dari cairan. Supaya refrigerants tadi bisa melakukan kembali tugasnya, maka AC harus dapat mengembalikan wujudnya untuk kembali lagi menjadi cairan dari gas. Hal tersebut dilakukan dengan menekan gas dengan tekanan sangat tinggi. Lalu tekanan tinggi tersebut menyebabkan munculnya suhu panas dan kemudian dialirkan menuju luar ruangan oleh kumparan kondensor dan kipas kedua. Siklus tersebut dilakukan secara berulang-ulang selama AC berfungsi dengan baik. 2. Cara Kerja Ac untuk Rumah Tangga Untuk bisa menjalankan fungsinya, setidaknya AC memerlukan beberapa unit. Di mana unit-unit tersebut terdiri atas katup ekspansi, kompresor, kumparan pendingin, kumparan panas, unit konterol, dan 2 unit kipas. Adapun sistem yang sering dipakai adalah unit atau sistem terpisah yang dinamakan sebagai split system units. Di mana sistem tersebut memisahkan bagian panas dengan bagian yang dingin sehingga membentuk sistem Air Conditioner secara utuh. Bagian atau sisi dingin biasanya terbentuk berdasarkan katup ekspansi serta kumparan dingin dengan saluran beserta sistem udara. Sisi dingin tersebut biasanya disimpan di dalam ruangan lalu dihubungkan menggunakan saluran yang ada di bagian dalam ruangan. Sedangkan sisi panas atau unit kondensor sendiri diletakkan di luar ruangan. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Misalnyaketika udara panas, kita bisa mengkondisikan udara menjadi dingin dengan menggunakan AC dan sebaliknya ketika udara dingin. Jadi pengertian dari AC itu sendiri adalah sebuahalat yang mampu mengatur atau mengkondisikan udara didalam ruangan dan bisadiatur sesuai dengan kehendak kita. Komponen-komponen AC 1. Refigerant
Penggunaan penyejuk ruangan atau Air Conditioner AC sudah menjadi kebutuhan umum bagi masyarakat. Namun bagaimana memilih AC yang hemat dan efisien energi? Karena penggunaan AC tak hanya berpengaruh pada tagihan listrik pada pelanggan, tetapi bagi pemerintah dalam menghitung kebutuhan energi nasional dan anggaran belanja negara. Dalam proses transisi energi-yaitu peralihan sistem energi dari penggunaan sumber energi berbahan bakar fosil menjadi sistem energi terbarukan-efisiensi energi menjadi salah satu unsur yang penting. Efisiensi energi bertujuan untuk mendorong perbaikan penggunaan energi menjadi lebih efisien, menghindari penggunaan energi yang tidak perlu dan pada akhirnya akan menciptakan keuntungan sosial dan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tentunya akan mendorong peningkatan kebutuhan energi. Untuk itu, pemerintah menyiapkan sebuah regulasi berupa Peraturan Pemerintah No. 79 tentang Kebijakan Energi Nasional mewajibkan tentang standarisasi dan labelisasi untuk semua perlengkapan elektronik yang menggunakan energi [1]. Penggunaan standar dan label ini penting untuk melihat manakah produk yang lebih efisien dalam penggunaan energinya. Mengapa efisiensi energi penting? Karena efisiensi berarti penghematan energi. Bagi masyarakat sebagai konsumen listrik, penghematan penggunaan energi berarti pengurangan biaya tagihan listrik setiap bulannya. Sementara untuk pemerintah, penghematan energi berarti pengurangan beban keuangan negara yang selama ini digunakan untuk biaya impor bahan bakar minyak BBM dan subsidi batubara yang diperlukan untuk memproduksi listrik di pembangkit. Dalam Rencana Umum Energi Nasional RUEN pemerintah telah mentargetkan efisiensi energi nasional sebesar 17,4% terhadap Business as Usual BAU pada tahun 2025 dan 38,9% pada tahun 2050[2]. AC Hemat Energi Namun untuk mencapai target efisien energi tidaklah mudah. Ada sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah. Salah satunya, tingginya tingkat permintaan konsumen terhadap piranti penyejuk ruangan atau Air Conditioner AC. Menurut riset yang dilakukan Lawrence Berkeley National Laboratory tahun 2013, tingkat pertumbuhan penjualan AC di Indonesia mencapai 10-15% setiap tahunnya [3]. Analisis terbaru dari International Energy Agency IEA menunjukkan bahwa tingkat permintaan global terhadap AC akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050 dan akan menjadi salah satu faktor penyumbang konsumsi listrik terbesar [4]. Situasi ini mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengatur tingkat pemakaian energi pada AC. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 07/2015 tentang Penerapan Standar Kinerja Energi Minimum SKEM dan Pencantuman Label Tanda Hemat Energi untuk piranti AC, dan dalam rangka penyederhanaan perizinan terkait SKEM dan label, Permen ini diperbaharui dengan Permen ESDM SKEM adalah spesifikasi yang memuat sejumlah persyaratan kinerja energi minimum sebuah peralatan elektronik pada kondisi tertentu dengan tujuan untuk membatasi jumlah maksimum dari energi yang dapat dikonsumsi oleh produk tersebut. Bila sebuah produk AC telah memenuhi syarat hemat energi tertentu, maka pada produk tersebut dapat ditempelkan label tanda hemat energi. Maksud dari label ini adalah agar konsumen mendapatkan informasi yang jelas mengenai produk-produk yang hemat energi sehingga konsumen bisa melakukan efisiensi energi dan menghemat biaya tagihan listrik setiap bulannya. Jika hal ini terjadi secara massal, tentunya akan mendukung target efisiensi energi pemerintah. Berikut adalah bentuk label hemat energi untuk AC sesuai dengan lampiran Peraturan ESDM Gambar 1 Bentuk Label Tanda Hemat Energi pada Piranti Pengkondisi Udara [5] Melihat label di atas, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh konsumen adalah tanda bintangnya. Semakin banyak bintang, berarti semakin hemat perangkat tersebut. Di dalam Permen yang sama diatur maksud dari masing-masing bintang sebagai berikut Gambar 2 Kriteria Label Tanda Hemat Energi pada Piranti Pengkondisi Udara [5] Apa itu EER? Sebagai perangkat elektronik, AC mengkonsumsi energi listrik. Besarnya konsumsi listrik tiap AC ditunjukkan dengan satuan Watt. Selain dalam satuan Watt, di Indonesia juga digunakan satuan PK. PK merupakan singkatan dari Paardenkracht bahasa Belanda atau Horse Power/HP dalam bahasa Inggris. 1 HP setara dengan 746 watt. Selain itu, setiap AC juga memiliki kapasitas pendinginan dalam satuan BTU British Thermal Unit. BTU merupakan satuan untuk menyatakan banyaknya energi yang dibutuhkan guna menaikkan suhu 1 pound sekitar 454 gram air sebanyak 1 °F sekitar -17,22 °C. Dalam hubungannya dengan AC, BTU digunakan sebagai ukuran banyaknya panas yang dapat dibuang atau dikurangi oleh AC dari suatu ruangan setiap jamnya. Sebagai panduan untuk memilih kapasitas pendinginan AC yang sesuai, website United States Department of Energy – Energy Star menyediakan data-data berikut catatan hanya menyajikan sebagian data dari sekumpulan data Luas ruangan dalam m2 Kebutuhan kapasitas pendinginan dalam BTU 9,3 – 28 – 28 – 51 – 51 – 93 – Sebagai tambahan, jika ruangan yang ingin dipasang AC terlindung dari kontak sinar matahari langsung, maka kapasitas BTU dapat dikurangi sebesar 10%. Sementara itu, jika mendapatkan kontak langsung, kapasitasnya dinaikkan 10%. Dan jika ruangan itu ditempati oleh lebih dua orang dalam waktu yang bersamaan, tambahkan 600 Btu untuk setiap satu orang [6]. Dengan memahami kedua properti utama AC di atas, maka EER atau Energy Efficiency Ratio dapat dijelaskan sebagai rasio antara energi pendinginan udara yang dihasilkan dalam BTU dengan daya listrik yang dikonsumsi setiap jam dalam Watt hour. Sebagai contoh, jika sebuah AC yang memiliki kapasitas pendinginan BTU mengkonsumsi daya sebesar watt tiap jamnya, maka EER AC tersebut adalah 9,92. Semakin tinggi nilai EER sebuah AC, semakin hemat AC tersebut. Hanya saja ini juga berarti bahwa harga jual AC tersebut akan lebih mahal. Manfaat Hemat Energi terhadap Kehidupan Sehari-hari Jika kita ingin membeli AC 1 PK dan ada dua pilihan sebagai berikut AC pertama AC kedua Tipe Fixed speed non-inverter Inverter Harga Rp 3,050,000 Rp 4,900,000 Kapasitas pendinginan 9000 Btu/h ~ 9000 Btu/h Daya Listrik 800 Watt 690 Watt EER 11,25 Btu/ 13,04 Btu/ Kedua AC di atas memiliki kapasitas pendinginan yang hampir sama. Namun akibat perbedaan konsumsi daya diantara keduanya, nilai EER-nya menjadi berbeda. Sesuai dengan pernyataan sebelumnya, semakin tinggi nilai EER, semakin mahal harga sebuah AC. Karenanya AC kedua dari contoh di atas merupakan AC tipe inverter memiliki harga yang lebih mahal Rp. 1,85 juta dibandingkan dengan AC pertama yang bukan inverter. Misalnya kita menggunakan AC setiap harinya selama 10 jam. Dengan harga listrik per kWh sebesar Rp. dan asumsi 30 hari untuk tiap bulannya, maka untuk tiap sepuluh jam penggunaan AC yang hemat energi EER 13,04, kita menghemat tagihan listrik sebesar 800-690/1000 kW x 10 h x Rp. /kWh = Rp per hari, atau Rp per bulannya. AC dengan EER 13,04 memiliki harga pembelian yang mahal, namun biaya pengoperasian yang lebih murah. Dari contoh perhitungan di atas, dalam jangka waktu 3,18 tahun sekitar 3 tahun 3 bulan biaya investasi kita untuk membeli AC yang lebih mahal telah terbayarkan break even. Jadi, mau pilih AC yang hemat dan efisien energi, atau sekedar murah tapi boros energi? Referensi [1] Peraturan Pemerintah No. 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional [2] Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 22/2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional [3] Lawrence Berkeley National Laboratory. 2015. Benefits of Leapfrogging to Superefficiency and Low Global Warming Potential Refrigerants in Room Air Conditioning. Diakses dari [4] International Energy Agency. 2018. Air conditioning use emerges as one of the key drivers of global electricity-demand growth. Diakses dari [5] Peraturan Menteri ESDM No. 57/2017 tentang Penerapan SKEM dan Pencantuman Label Tanda Hemat Energi untuk Peranti Pengkondisi Udara [6] SFGATE. 2017. How to Choose the Right Size Air Conditioner. Diakses dari
.
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/276
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/144
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/325
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/497
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/171
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/397
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/404
  • 3vuy1tjbh7.pages.dev/384
  • suatu ruangan terdapat ac yang diatur pada